Dua momentum
Satu tentang rasa yang tertumpah
Kenangan yang tercerabut dari tempatnya
Kehangatan yang lenyap begitu saja
Ketika aku terpana
pada sosok di halaman maya
Pencarian terhenti
Tapi aku kehilangan getarnya
Yang kuyakin, dia pun begitu
Ah, tak demi masa lalu
Dua tentang kabar
Tak bisa kugambarkan
Gejolak apa yang ada di dalam hati
Ketika sebuah kabar merah
hinggap di halaman maya itu
Sepatutnya aku ikut bersuka
Bersama pemilik alis indah
Yang hanyut bersama orang
Hanya sepatah
Tapi aku tak bisa berkisah lagi
Maaf
Dua kabar
Dua cerita
Dua yang menguap
Pada kesibukan hari ini..
Camar, 7312
Tuesday, February 02, 2010
Portal Interaktif untuk Pelayanan Rumah Sakit
Kasus perseteruan Prita Mulyasari dan Rumah Sakit Omni International Serpong saya kira takkan terjadi seandainya saja ada komunikasi yang intens dan timbal balik antara rumah sakit dan pasien selaku konsumennya.
Dunia teknologi informasi sudah menyediakan ruang yang sedemikian tak terbatas untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi kita ada di era Web 2.0, dimana komunikasi di jagad maya tak lagi terjadi satu arah.
Ide saya adalah pihak rumah sakit mesti mendesain sebuah portal yang bisa diakses oleh para pelaku rumah sakit dan para pasien dan konsumen lainnya. Sepanjang ia masih memegang kartu pasien yang masih berlaku.
Portal ini adalah sebuah ruang interaksi maya antara pasien dan pihak rumah sakit, jadi seperti sebuah jejaring sosial. Di sini tertuang berbagai macam informasi dan data yang relevan serta yang bisa diakses oleh konsumen.
Di portal akan ada beberapa kanal, yaitu:
1.Kanal Rekaman medis.
Kanal ini hanya bisa diakses oleh pihak rumah sakit yang berhak dan si pasien sendiri (dengan pintu keamanan sehingga takkan memungkinkan orang yang tak berhak untuk mengaksesnya). Dengan rekam medis ini dokter bisa secara langsung melakukan observasi kapanpun dan dimanapun dibutuhkan, bahkan saat konsultasi tatap muka dengan melakukan beberapa klik di layar. Terkait dengan rekam medis ini, rumah sakit bisa memanfaatkan layanan SMS Broadcast untuk mengirimkan reminder soal jadwal konsultasi berikutnya maupun hasil tes laboratorium misalnya.
2.Kanal informasi dan promosi. Misalnya program paket perawatan terjangkau, paket medical check-up murah, paket perawatan kulit, dan sebagainya. Kanal ini juga terhubung dengan layanan SMS Broadcast sehingga informasi apapun yang diupdate di dalamnya bisa langsung dikirimkan ke konsumen secara sepihak. Pihak rumah sakit juga memanfaatkan Corporate Mail untuk mengirimkan informasi ini ke konsumen dan pasien.
3.Kanal Database dan profil: Seperti sebuah profil account jejaring sosial. Ia berisi informasi dan data pasien atau konsumen. Tak hanya bisa diakses dan diupdate oleh pihak rumah sakit, database ini pun bisa diakses oleh pasien sehingga bila ada perubahan data, misalnya pindah alamat dan sebagainya, bisa langsung diupdate.
4.Kanal Forum Diskusi: Agar kasus Prita tak terulang, pada kanal ini dimungkinkan pasien atau konsumen dan pihak rumah sakit membicarakan isu apapun yang relevan. Di kanal ini pihak rumah sakit juga bisa mendengarkan keluhan dan aspirasi konsumennya. Sebaliknya, konsumen juga bisa mendapatkan tanggapan dari pihak rumah sakit secara cepat.
5.Kanal Konsultasi: Di kanal ini, pasien bisa berkonsultasi dengan spesialis yang diinginkan. Untuk konsultasi ini tentu takkan gratis sifatnya, mengingat konsultasi adalah sumber pendapatan rumah sakit juga. Nah, mekanisme pembayaran ini akan terkait dengan Smart Card yang akan dibahas pada bagian berikut.
Setelah ada portal dan kanal-kanalnya, rumah sakit akan membekali pasiennya dengan kartu pasien yang berfungsi sebagai sebuah Smart Card. Artinya, ia tak lagi sekadar kartu identitas pasif. Kartu pasien ini memiliki masa aktif per tahun yang mesti diperbaharui oleh konsumen bila tetap ingin berinteraksi dengan rumah sakit langganannya.
Smart Card ini akan berisi kode angka yang unik umtuk tiap pasien atau konsumen sebagai password untuk masuk ke portal dan mengakses informasi dan beraktivitas di portal tersebut. Tak hanya kode, saat seorang pasien login akan ada beberapa pintu keamanan sehingga portal tak diakses oleh orang yang tak berhak dan tak bertanggung jawab. Misalnya, ditanyakan nama ibu kandung, dan sebagainya.
Smart Card juga bisa berfungsi sebagai deposit pembayaran yang bisa diisi ulang secara cash maupun autodebet dari tabungan maupun kartu kredit. Dengannya, pasien atau konsumen bisa membayar parkir sampai membayar ongkos konsultasi online.
Demikian idenya.
Dunia teknologi informasi sudah menyediakan ruang yang sedemikian tak terbatas untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi kita ada di era Web 2.0, dimana komunikasi di jagad maya tak lagi terjadi satu arah.
Ide saya adalah pihak rumah sakit mesti mendesain sebuah portal yang bisa diakses oleh para pelaku rumah sakit dan para pasien dan konsumen lainnya. Sepanjang ia masih memegang kartu pasien yang masih berlaku.
Portal ini adalah sebuah ruang interaksi maya antara pasien dan pihak rumah sakit, jadi seperti sebuah jejaring sosial. Di sini tertuang berbagai macam informasi dan data yang relevan serta yang bisa diakses oleh konsumen.
Di portal akan ada beberapa kanal, yaitu:
1.Kanal Rekaman medis.
Kanal ini hanya bisa diakses oleh pihak rumah sakit yang berhak dan si pasien sendiri (dengan pintu keamanan sehingga takkan memungkinkan orang yang tak berhak untuk mengaksesnya). Dengan rekam medis ini dokter bisa secara langsung melakukan observasi kapanpun dan dimanapun dibutuhkan, bahkan saat konsultasi tatap muka dengan melakukan beberapa klik di layar. Terkait dengan rekam medis ini, rumah sakit bisa memanfaatkan layanan SMS Broadcast untuk mengirimkan reminder soal jadwal konsultasi berikutnya maupun hasil tes laboratorium misalnya.
2.Kanal informasi dan promosi. Misalnya program paket perawatan terjangkau, paket medical check-up murah, paket perawatan kulit, dan sebagainya. Kanal ini juga terhubung dengan layanan SMS Broadcast sehingga informasi apapun yang diupdate di dalamnya bisa langsung dikirimkan ke konsumen secara sepihak. Pihak rumah sakit juga memanfaatkan Corporate Mail untuk mengirimkan informasi ini ke konsumen dan pasien.
3.Kanal Database dan profil: Seperti sebuah profil account jejaring sosial. Ia berisi informasi dan data pasien atau konsumen. Tak hanya bisa diakses dan diupdate oleh pihak rumah sakit, database ini pun bisa diakses oleh pasien sehingga bila ada perubahan data, misalnya pindah alamat dan sebagainya, bisa langsung diupdate.
4.Kanal Forum Diskusi: Agar kasus Prita tak terulang, pada kanal ini dimungkinkan pasien atau konsumen dan pihak rumah sakit membicarakan isu apapun yang relevan. Di kanal ini pihak rumah sakit juga bisa mendengarkan keluhan dan aspirasi konsumennya. Sebaliknya, konsumen juga bisa mendapatkan tanggapan dari pihak rumah sakit secara cepat.
5.Kanal Konsultasi: Di kanal ini, pasien bisa berkonsultasi dengan spesialis yang diinginkan. Untuk konsultasi ini tentu takkan gratis sifatnya, mengingat konsultasi adalah sumber pendapatan rumah sakit juga. Nah, mekanisme pembayaran ini akan terkait dengan Smart Card yang akan dibahas pada bagian berikut.
Setelah ada portal dan kanal-kanalnya, rumah sakit akan membekali pasiennya dengan kartu pasien yang berfungsi sebagai sebuah Smart Card. Artinya, ia tak lagi sekadar kartu identitas pasif. Kartu pasien ini memiliki masa aktif per tahun yang mesti diperbaharui oleh konsumen bila tetap ingin berinteraksi dengan rumah sakit langganannya.
Smart Card ini akan berisi kode angka yang unik umtuk tiap pasien atau konsumen sebagai password untuk masuk ke portal dan mengakses informasi dan beraktivitas di portal tersebut. Tak hanya kode, saat seorang pasien login akan ada beberapa pintu keamanan sehingga portal tak diakses oleh orang yang tak berhak dan tak bertanggung jawab. Misalnya, ditanyakan nama ibu kandung, dan sebagainya.
Smart Card juga bisa berfungsi sebagai deposit pembayaran yang bisa diisi ulang secara cash maupun autodebet dari tabungan maupun kartu kredit. Dengannya, pasien atau konsumen bisa membayar parkir sampai membayar ongkos konsultasi online.
Demikian idenya.
Labels:
ide,
kesehatan,
kreatif,
pasien,
prita,
rumah sakit,
smart card,
SMS briadcast
Monday, October 05, 2009
Surat 2
Lalu surat berikutnya:
Jadi setuju ya, aku doain kamu biar cepet punya bayi
perempuan. Tapi di doaku, aku minta yang juga bandel,
jadi bisa lebih berasa kan. hehehe :p
Tgl 12 ini aku tes penerimaan di STF. Sebetulnya aku
nggak terlalu kuatir, tapi masalahnya aku nggak tahu
bahannya apaan, jadi bingung juga musti persiapaan
apaan.
Masalah beda pendapat kan hal yang biasa Ded, apalagi
dalam pernikahan. Kunci keberhasilan dalam pernikahan
hanyalah kedua-duanya punya kemauan untuk terus
mengerti pasangannya dan berubah. That's all. Tanpa
itu, pernikahan jadi susah.
Gimana dengan tulisanmu yang jadi masalah itu? Apakah
sudah selesai? Kadang kalau aku ada masalah kritis
dalam kerjaan, aku berdoa minta Tuhan tolong, dan
sampai detik ini, selalu masalah-masalah itu selesai
dengan cara yang bahkan tidak pernah aku pikirkan.
Tuhan memang ajaib. Semoga kali ini Tuhan juga tolong
kamu sekali lagi.
Take care ya,
lisa
Lisa...
Kesedihan itu sontak menyentak
Saat kisahmu merobek hariku
Kau, seorang sahabat
Kunamakan mu demikian
Oleh karena pertautan hati
Tapi kerap kali terabai
Aku lalai pada kegalauan diri sendiri
Larut pada waktu
yang membunuh hasrat untuk merawat persahabatan
Sampai suatu ketika kabarmu itu datang
Kau pergi
Menembus batas hidup
Menemukan perhentian yang pernah kau bicarakan.
Lelahkah engkau?
Terlukakah engkau?
Kesedihan itu sontak menyentak
Kau, seorang sahabat
Kunamakan mu demikian
Oleh karena pertautan hati.
Tapi ku tak merawatnya.
Maafkan aku Lisa,..
-camar-
Jadi setuju ya, aku doain kamu biar cepet punya bayi
perempuan. Tapi di doaku, aku minta yang juga bandel,
jadi bisa lebih berasa kan. hehehe :p
Tgl 12 ini aku tes penerimaan di STF. Sebetulnya aku
nggak terlalu kuatir, tapi masalahnya aku nggak tahu
bahannya apaan, jadi bingung juga musti persiapaan
apaan.
Masalah beda pendapat kan hal yang biasa Ded, apalagi
dalam pernikahan. Kunci keberhasilan dalam pernikahan
hanyalah kedua-duanya punya kemauan untuk terus
mengerti pasangannya dan berubah. That's all. Tanpa
itu, pernikahan jadi susah.
Gimana dengan tulisanmu yang jadi masalah itu? Apakah
sudah selesai? Kadang kalau aku ada masalah kritis
dalam kerjaan, aku berdoa minta Tuhan tolong, dan
sampai detik ini, selalu masalah-masalah itu selesai
dengan cara yang bahkan tidak pernah aku pikirkan.
Tuhan memang ajaib. Semoga kali ini Tuhan juga tolong
kamu sekali lagi.
Take care ya,
lisa
Lisa...
Kesedihan itu sontak menyentak
Saat kisahmu merobek hariku
Kau, seorang sahabat
Kunamakan mu demikian
Oleh karena pertautan hati
Tapi kerap kali terabai
Aku lalai pada kegalauan diri sendiri
Larut pada waktu
yang membunuh hasrat untuk merawat persahabatan
Sampai suatu ketika kabarmu itu datang
Kau pergi
Menembus batas hidup
Menemukan perhentian yang pernah kau bicarakan.
Lelahkah engkau?
Terlukakah engkau?
Kesedihan itu sontak menyentak
Kau, seorang sahabat
Kunamakan mu demikian
Oleh karena pertautan hati.
Tapi ku tak merawatnya.
Maafkan aku Lisa,..
-camar-
Surat 1
Sebuah surat lama di inbox tak sengaja terbaca-baca kembali. Ini salah satunya:
Ded, keputusan itu bukan untuk dipertanyakan, tetapi
untuk dijalani dan terus diyakini, apalagi dalam
urusan married. Keraguan tidak mendatangkan kebaikan
sama sekali, tetapi cuma membuat hati kamu bercabang
dan membuka pintu untuk banyak masalah muncul.
Bukankah semua keputusan selalu punya resiko? Jadi be
tough, dan terus jalan. Bersyukus dan nikmatilah
kehidupan kamu. Aku doain deh biar kamu cepet punya
baby. Mau kan? Pasti kamu tambah seneng :)
Seorang bayi perempuan yang imut dan lucu, tapi
bandel. Good deal, kan? Hehehe :p
Iya deh, aku doain biar kamu punya bayi perempuan
seperti itu.
Ah Lisa.. doamu ternyata ampuh
Aku kini memiliki seorang anak perempuan
Ia imut dan lucu seperti pintamu
Ia juga bandel seperti doamu
Ah Lisa..kesedihanku tak tertahan.
Di surgakah engkau kini? Seperti harapmu?
Bertemukah engkau denganNya, seperti keinginanmu?
Kau lihatkah bayiku?
Bergembirakah kau denganku waktu itu? Dan mungkin hingga kini?
-Camar-
Ded, keputusan itu bukan untuk dipertanyakan, tetapi
untuk dijalani dan terus diyakini, apalagi dalam
urusan married. Keraguan tidak mendatangkan kebaikan
sama sekali, tetapi cuma membuat hati kamu bercabang
dan membuka pintu untuk banyak masalah muncul.
Bukankah semua keputusan selalu punya resiko? Jadi be
tough, dan terus jalan. Bersyukus dan nikmatilah
kehidupan kamu. Aku doain deh biar kamu cepet punya
baby. Mau kan? Pasti kamu tambah seneng :)
Seorang bayi perempuan yang imut dan lucu, tapi
bandel. Good deal, kan? Hehehe :p
Iya deh, aku doain biar kamu punya bayi perempuan
seperti itu.
Ah Lisa.. doamu ternyata ampuh
Aku kini memiliki seorang anak perempuan
Ia imut dan lucu seperti pintamu
Ia juga bandel seperti doamu
Ah Lisa..kesedihanku tak tertahan.
Di surgakah engkau kini? Seperti harapmu?
Bertemukah engkau denganNya, seperti keinginanmu?
Kau lihatkah bayiku?
Bergembirakah kau denganku waktu itu? Dan mungkin hingga kini?
-Camar-
Tuesday, September 01, 2009
Maaf
Tadi malam air matamu terurai
Meski hanya dalam bayangan mimpi
kau tinggalkan getir rasa hati
Pada sesal ia menghakimi
Selaksa tanda seakan tak mengerti
Maafkan aku
Sekian masa ternyata tak bisa memupus rasa bersalah
Saat kutinggalkan kau
Di malam berkabut tanda tanya
Pencarian sesuatu di binar mata
Mestinya waktu itu aku meyakinkan hati
Bahwa ia masih ada di tempatnya
Tapi kubiarkan aku terdiam
Dalam hening yang merobek malam
Lalu melangkah pergi
Tanpa pernah berpaling lagi
Maafkan aku
Sekian waktu ternyata tak mampu
Memupus raut wajahmu dari bayanganku
Sebuah penyesalan
Yang tak pernah bisa kuungkapkan padamu
Meski suatu ketika
Kunikmati lagi binar mata itu
Di saat aku dan kau, tak lagi sendiri.
Maafkan aku..
Camar, 2 September 2009
Meski hanya dalam bayangan mimpi
kau tinggalkan getir rasa hati
Pada sesal ia menghakimi
Selaksa tanda seakan tak mengerti
Maafkan aku
Sekian masa ternyata tak bisa memupus rasa bersalah
Saat kutinggalkan kau
Di malam berkabut tanda tanya
Pencarian sesuatu di binar mata
Mestinya waktu itu aku meyakinkan hati
Bahwa ia masih ada di tempatnya
Tapi kubiarkan aku terdiam
Dalam hening yang merobek malam
Lalu melangkah pergi
Tanpa pernah berpaling lagi
Maafkan aku
Sekian waktu ternyata tak mampu
Memupus raut wajahmu dari bayanganku
Sebuah penyesalan
Yang tak pernah bisa kuungkapkan padamu
Meski suatu ketika
Kunikmati lagi binar mata itu
Di saat aku dan kau, tak lagi sendiri.
Maafkan aku..
Camar, 2 September 2009
Tuesday, August 18, 2009
Semasa
Semasa kubertanya,
Sebutuh apa aku padamu?
Apakah serindu hati
Menanti pertemuan senja dan malam
Waktu yang beranjak
Menggurat kisah demi kisah
Pada tertawa
atau air mata
Sehangat jemari
Terpaut
Serindu apa aku padamu
Demi kisah
atau demi waktu?
Apakah barangkali demi Cinta?
Camar
Sebutuh apa aku padamu?
Apakah serindu hati
Menanti pertemuan senja dan malam
Waktu yang beranjak
Menggurat kisah demi kisah
Pada tertawa
atau air mata
Sehangat jemari
Terpaut
Serindu apa aku padamu
Demi kisah
atau demi waktu?
Apakah barangkali demi Cinta?
Camar
Saturday, July 18, 2009
Porak Poranda Bumi Kami
Kembali tangan-tangan Nista
Memporak-poranda bumi kita
Pongah di balik topeng memuakkan
Tiada miris pada jeritan
Tangis dan teriak
Luka menganga
Tubuh menghangus
Kebisuan sangat
Meledak menjadi bau menyengat
Kutukan apa ini
Bumi kami terpuruk
Pada manusia-manusia serakah
Jiwa-jiwa terpongah
Penyakit apa ini
Tanah kami tersuruk
Pada tangan-tangan sembilu
Wajah-wajah penebar pilu
Aku tak mengerti
Nilai apa yang sepadan dengan bencana itu?
Katakan padaku
Harga berapa yang kalian tawar, untuk membeli semua itu?
Sungguh,
aku tak mengerti
Kecuali nanar pada tangis-tangis
Orang-orang yang kehilangan
Kecuali tergugu pada kesedihan sangat
Orang-orang yang tersengat
Sampai kapan?
Camar, untuk Bom di Mega Kuninganb
Mal Depok, 18 Juli 2009
Memporak-poranda bumi kita
Pongah di balik topeng memuakkan
Tiada miris pada jeritan
Tangis dan teriak
Luka menganga
Tubuh menghangus
Kebisuan sangat
Meledak menjadi bau menyengat
Kutukan apa ini
Bumi kami terpuruk
Pada manusia-manusia serakah
Jiwa-jiwa terpongah
Penyakit apa ini
Tanah kami tersuruk
Pada tangan-tangan sembilu
Wajah-wajah penebar pilu
Aku tak mengerti
Nilai apa yang sepadan dengan bencana itu?
Katakan padaku
Harga berapa yang kalian tawar, untuk membeli semua itu?
Sungguh,
aku tak mengerti
Kecuali nanar pada tangis-tangis
Orang-orang yang kehilangan
Kecuali tergugu pada kesedihan sangat
Orang-orang yang tersengat
Sampai kapan?
Camar, untuk Bom di Mega Kuninganb
Mal Depok, 18 Juli 2009
Kembalikan Sekolah Kami
Dengan cara apa kurawat kenangan di gedung tua itu?
Bila tanpa bicara ia akan menjadi sebuah sisa-sisa?
Tangan-tangan kukuh membenamkannya
Ke dalam perjalanan waktu yang sombong
Seakan kemajuan zaman
Tak lebih dari sehasrat perut
Kudengar jeritan mereka
Kaum putih abu-abu
Terhimpit seng suram
Berteriak parau
Di siang yang kelabu
“Kembalikan sekolah kami!”
Kenangan mungkin tak cukup untuk merawat sebuah gedung tua
Tapi keinginan belajar tentu lebih dari cukup
Untuk mengharapkan si gedung tua tetap ada di tempatnya..
Maka di sinilah kami berteriak
Pada pemilik perut sehasrat nista
Pemilik duit serakah belaka, CIH!
Dengan tangan terkepal
Tinju menembus langit
Tanpa air mata
Tanpa penyesalan
“Kembalikan sekolah kami!”
camar untuk SMA Negeri 4 P.Siantar yang tergusur ruislag jadi hotel dan mal.
Mal Depok
Bila tanpa bicara ia akan menjadi sebuah sisa-sisa?
Tangan-tangan kukuh membenamkannya
Ke dalam perjalanan waktu yang sombong
Seakan kemajuan zaman
Tak lebih dari sehasrat perut
Kudengar jeritan mereka
Kaum putih abu-abu
Terhimpit seng suram
Berteriak parau
Di siang yang kelabu
“Kembalikan sekolah kami!”
Kenangan mungkin tak cukup untuk merawat sebuah gedung tua
Tapi keinginan belajar tentu lebih dari cukup
Untuk mengharapkan si gedung tua tetap ada di tempatnya..
Maka di sinilah kami berteriak
Pada pemilik perut sehasrat nista
Pemilik duit serakah belaka, CIH!
Dengan tangan terkepal
Tinju menembus langit
Tanpa air mata
Tanpa penyesalan
“Kembalikan sekolah kami!”
camar untuk SMA Negeri 4 P.Siantar yang tergusur ruislag jadi hotel dan mal.
Mal Depok
Tuesday, March 31, 2009
R-I-N-D-U
Aku rindu
Pada sebuah masa
Bertiup angin petang
Cerita yang terujar
Menafi waktu dan keadaan
Juga padamu
Camar, 31 Maret 2009
Pada sebuah masa
Bertiup angin petang
Cerita yang terujar
Menafi waktu dan keadaan
Juga padamu
Camar, 31 Maret 2009
Friday, March 27, 2009
Teriakmu
Kudengar teriakmu
Menyelusup dari keindahan yang sirna
Sekejap malam
Menabur kematian
Sungguh tiada kukira
Permukaan yang tenang
Gemericik tepian
maupun senda burung-burung siang
Menyimpan amarah terpendam,
Kau tumpahkan pada fajar menjelang
Kau telan tak pandang siapa
Di saat mereka
sedang larut dalam lelapnya
Teriak-teriakan itu laun parau
Menangisi jasad-jasad diam
Mungkin tak sempat menitip pesan
apalagi berkata cinta
Camar
untuk Situ Gintung, Jumat 27 Maret 2009
Menyelusup dari keindahan yang sirna
Sekejap malam
Menabur kematian
Sungguh tiada kukira
Permukaan yang tenang
Gemericik tepian
maupun senda burung-burung siang
Menyimpan amarah terpendam,
Kau tumpahkan pada fajar menjelang
Kau telan tak pandang siapa
Di saat mereka
sedang larut dalam lelapnya
Teriak-teriakan itu laun parau
Menangisi jasad-jasad diam
Mungkin tak sempat menitip pesan
apalagi berkata cinta
Camar
untuk Situ Gintung, Jumat 27 Maret 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
