Wednesday, June 15, 2016

Tentangmu, Dulu.

Dulu.. semua ini tentangmu. (Dimana Kamu Kini?)

----

Fajarku bicara dari keramaian kota
dihantarnya aku pada gemulai kata

----

Pencarian Cinta
Sampai perjalananku tertumbuk
Pada sebuah rindu Damaimu,
adaku Tawamu,
ceritaku Bibirmu,
hasratku
Fajarku bicara dari akhir perjalanan
Lalu kutemukan sebaris kata Cintamu, rindumu

----

Aku bertanya kepada lembayung senja
Mengapa di anganku selalu ada dia?
Dia bilang, Bertanyalah pada sang fajar
Mungkin diberinya kau jawab
sepasti udara segar
Yang kau hirup bersama hangat sinarnya
Atau wewangi bunga-bunganya

----

Andaikan aku punya kata-kata
untuk membuat kamu mengerti
maka takkan kutuliskan ini

Ada sepenggal hati yang tertinggal
saat aku mencoba menempatkan kamu
di sisi yang lain dari yang pernah
Aku menyadari inilah saat yang lama kutakutkan
saat di mana kita tertumbuk pada kenyataan
yang menyakitkan

Andai aku bisa mengubah semua
membawakanmu sebuah kepastian
Maka kan kurengkuh cintamu
dan kusibak harap tak bertepian
Tapi kasihku, kini engkau sahabatku
Berilah aku waktu

----

Melihat dengan hati
Bila matamu Tak lagi bisa melihat yang ada
Maka lihatlah dengan hati
sehingga engkau akan mengerti
Bahwa yang tak terlihat sering lebih berarti

Mata orang dewasa melihat bentuk
lalu menghakimi
Kadang mereka mengamini entah sadar atau tidak
Mencari ketiadaan dari yang fana
Mencari keseimbangan dari yang kasat mata

Aku ingin memiliki mata kanak-kanak
Mencari kedalaman dari yang sederhana
Mungkin mereka lebih mengerti arti cinta
karena mereka memandang dengan mata dari surga

Sebelum dosa menjadikan mereka mangsa
sebelum dosa membuat mereka dewasa

Lalu akhirnya sama saja dengan kita Sahabatku..

Kemarin kupandangi engkau
dengan sejumput kenangan masa kecil
sehingga aku bisa mengerti
bahwa engkau sudah memilih
Sebelum kusadari bahwa engkau telah menyentuh
sesuatu di dalam hati

Mungkin engkau datang dari masa
lalu mengenalmu bagai kemarin
Lama.. Terkenang.. dan masih..

APRIL 2005

Saturday, March 26, 2016

Isa (mengutip Chairil Anwar)

Isa

Kepada nasrasi sejati 

Itu Tubuh
mengucur darah
Mengucur darah

Rubuh 
Patah

Mendampar tanya: aku salah?

Kulihat Tubuh mengucur darah
Aku berkaca dalam darah

Terbayang terang di mata masa
Bertukar rupa ini segara

Mengatup luka

Aku bersuka

Itu Tubuh
Mengucur darah
Mengucur darah

12/11, 1943