Wednesday, March 31, 2004

Ketika Ayat Suci Dipolitisasi

"Mereka Yang letih lesu dan berbeban berat, coblos nomor 19"
Bukan buku suci, bukan testamen
Itu tulisan beberapa spanduk yang terpampang di sejumlah tempat hari ini

Dua ribu tahun lebih yang silam. Perkataan yang sama pernah diucapkan.
Dari mulut Anak Manusia bernama Yesus, Tuhan dan juruselamat itu.
Dia berkata, "Marilah kepadaku, engkau yang letih lesu dan berbeban berat."
"Aku akan memberimu kelegaan," kata Sang Mesias lagi.

Tentang spanduk-spanduk itu, jujur, ada apatisme
Sebab saat firman dikerdilkan menjadi jargon
Maka itulah mulanya yang suci dipolitisasi.
Lalu, ketika yang suci dipolitisasi
Itulah awalnya Tuhan diikat lagi di kayu salib.

7312, kantorku. 09.55 WIB

Monday, March 29, 2004

PENGOEMOEMAN ! ! !

DJANGAN LOEPA KOWE ORANG INLANDER-INLANDER JANG MAOE DARIPADA BERPESTA DEMOCRATJIE
DIOEMOEMKAN SATOE AHAD LIWAT BERKOEMPOEL
ITOE TJARI KANTOR KOWE PUNJA ROEKOEN TETANGGA ATAOE ROEKOEN WARGA

EITS..
TAPI KOWE ORANG NIET LOEPA
PILIH ITOE PARTIJ JANG BETOEL-BETOEL
MEMBAWAKAN ITOE KOWE POENJA ASPIRATIP

BAWA KOWE POENJA PAMILIE, SANAK, DAN TOLAN
NIET LOEPA HE.. JOU MOESTI DATANG NIET TELAAT JA

mendjelang 5 april 2004
7312 van tjamar
Batavia

Monday, March 15, 2004

Hingar Bingar Pesta Anu-Anu

21 hari pesta non stop pun digelar
Genderang ditabuh, memanggil Anu-Anu tertidur

Katamu Tuan-tuan, "Mari kita berpesta kawan... Pesta bercinta"
"Perlihatkan Anumu, Kuperlihatkan Anuku!"
"Rentangkan Anumu, Kurentangkan Anuku!"
"Mana jagoan Anumu, Ini jagoan Anuku!"
Kayuhlah biduk cintamu, jangan lupakan Anumu!"
Raihlah tubuh tuanmu, atau tuan mereka. Jangan lupakan Anunya!"

Jalanan mendadak riuh
Nusaku menjelang pesta bernafsu
Hajat Tuan-tuan dan Anunya
Pesta Demokrasi Tuan dan Anu, mereka menyebutnya.

Herannya,
Anu tuan-tuan yang dulu berkubu,
kini bagai sepasang pecinta
Bercinta tak putus, memeluk dan mengelus
Aduh itu kawulo dulu senyap membaur
Kini mendadak ikut-ikutan mengumbar

Jangan lupa, ini juga saatnya bercinta dengan jargon-jargon
Biasanya manis, semanis permainan lidah
seteduh garbha kewanitaan atau seteguh pallus kelelakian

Kata-katanya pun membisik liar
mengumbar janji. Harapnya jiwamu terbang ke awan-awan.
"Koruptor Anu akan ditraktor!"
"Kemiskinan Anu akan dientaskan!"
"Kesejahteraan Anu akan ditingkatkan!"
"Upah buruh Anu akan ditambah!"
"Anu kami berjanji, Anu kami berjanji!!"
"Karena itu jangan lupa pilih partai Anu, pilih caleg Anu, pilih si Anu, jangan Anu kalian sendiri!"

Sudah kian dekat waktunya
Hajat menunggu tuntas
Lega dari balik perut mendesak
Lega dari kantung pendulum menjerit. Ugh

Tapi tunggu dulu, Tuan! Tahan puncak kenikmatanmu!
Bagaimana bila Anu Tuan yang menang?
Maukah Tuan menepati janji?
Jangan-jangan tuan hanya tengah memuaskan berahi semata?
Setelahnya, tertidurlah tuan kembali. Juga Anu Tuan itu.
Tinggal kami, memandang Anu tuanku,
yang lemah dan usai orgasme. Lalu
menunggu orgasme lima tahun lagi
Atau biarkan kami yang kini orgasme, sebelum membunuh tuan?



kantorku, 15/03/2004. 10.17 WIB 7312