Friday, September 24, 2004

Mengapa tadi malam kamu datang lagi
Meskipun itu hanya lewat mimpi?

Jujur, kenangan itu tiba-tiba membuncah
membanjiri seisi hati, dan sulit kutahan
membuat seisi kamar ingatanku basah dengan hadirmu
kenangan tentangmu, cerita tentangmu, tawamu
tangismu (dulu sekali), candamu, keringatmu (yang kuhapus dengan ujung jariku)
pintamu (yang manja itu), kerinduanmu (dulu juga).

Aku tak tahan (maaf, jangan bilang-bilang suamimu atau istriku)
Sepanjang hari, kesedihanku tumpah
harapku setitik tiba
tapi tak hendak menguap
meski kupanasi dengan kehangatan cinta yang lain

Mengapa tadi malam kamu datang
meski itu hanya lewat mimpi?

Duh, bersalahnya hati
ketika cinta masa lalu
menjadi temanku hari ini.

Istriku, maafkan suamimu
meskipun kau mestinya mengerti
ini hanya soal selembar kenangan
tak lebih
Karena berdosa bila aku menyiram lagi
bunga hati yang sudah kucabut
karena engkau tahu
sisa akarnya itu tak ingin kubelai

Mengapa engkau datang lagi
meskipun itu hanya lewat mimpi tadi malam?
Karena bila tidak, takkan kutuliskan ini

7312, kantorku 24 September 2004. 20.38 WIB


No comments: