Friday, April 29, 2005

Such a hard day to walk through..
Beraat men!
Persoalan sudah muncul begitu saja
membuat pusing
emosi
Kayaknya gak ada kata cukup yah dalam hidup ini?
Aku merasa
alangkah indahnya bila manusia tak punya keterikatan apa-apa
apakah itu pada kebutuhan hidup
atau pada keinginan demi keinginan

Hai Tuan Anthony de Mello
Benarkah tidak punya ikatan itu juga membuat menderita??
Padahal aku justru merasa sebaliknya..

Wednesday, April 27, 2005

CINTA

Seorang sahabat mengutip Paus Benedictus XVI tentang "Terus mencintai meski harus menderita".

Aku jadi teringat dengan perkataan Yesus, sesaat sebelum Dia pergi ke Taman Getsemani dan ditangkap prajurit Imam Besar.

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:12-14)

Tiba-tiba saja aku tertegun, malu sekaligus sedih..
terlalu lama jiwaku terlempar dari dunia yang luar biasa itu.
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
Bukankah aku sahabatNya?

kemarin aku gamang
kaki bagai tak berpijak
Entah di bumi mana aku
entah bertudung langit apa aku
Memandang dengan pongah
Menghakimi
Seakan kebenaran itu milik sendiri


Hai engkau jiwaku!
Cinta terbesar
sanggup mengukur dalamnya hati manusia
sanggup membuat perjalanan waktu
lintasannya adalah onak duri
antara kesalahpahaman, sampai sebuah penghakiman
menjadi penuh dengan pujian dan damai sejahtera

Cinta itu,...
Ada di balik senyum saat engkau dibenci
Ada di balik diam saat engkau dicaci
Ada di balik doa yang kau ujarkan hari ini
Untuk mereka, untuk dia, dan untuk sahabat-sahabatmu
Juga untuk seterumu

7312, kantorku 27 april 2005

Monday, April 25, 2005

akhirnya
pagi ini sukses juga mengedit template Blog ini
Ada fitur "bintjang"
yang memungkinkan teman-teman berinteraksi langsung
menanggapi, memuji, atau bahkan mencaci isi blog ini
monggo saja
Biarlah Tuhan yang membalas
semua budi baik, atau bahkan makiannya, :-D

camar

Monday, April 18, 2005

Sebuah rahasia

Seorang adikku bercerita tentang sebuah rahasia
Mungkin mereka sedang jatuh cinta
hanya saja tak berani bicara
Aku cuma bisa tertawa
Berharap cinta itu membuat mereka bahagia

Hai Cinta
Bicaralah tentang kerinduan
saat jarak terentang
sehingga hati berharap pada waktu
berharap pada keyakinan
semoga semua tetap bagai semula

Wahai Cinta
berlabuhlah di hati mereka
Melarung damai
di permukaan dan kedalaman
Sehingga mereka bisa terus berharap

7312, kantorku 18 April 2005

Friday, April 15, 2005

Aku berhenti berharap

Ada yang lalu
ada yang bisu
Aku tergugu
aku pun malu
bahwa aku mungkin terlalu

Di persimpangan kini aku
Apa ini cuma angan?
Bahwa aku sebetulnya
masih berdiri di tebing ini
Di cakrawala yang sama

Bahwa kegilaan
yang membawaku ragaku ke tempat lain
tanpa hati, tanpa perasaan
Aku mungkin camar yang tersesat

7312, kantorku 15 April 2005

Thursday, April 14, 2005

pagi baru saja berlalu
Tapi aku sudah merasa begitu jenuh,...
Rutinitas, mungkinkah membuatku mati?
Hari ini dan kemarin..
Bahkan juga mungkin nanti
Sepertinya nada datar saja,...
Dan bila aku diam
Mungkin saja aku akan mati...

Wednesday, April 13, 2005

sekuntum itu berlalu
membau tertinggal dalam sepi
Bisu hati pada ragu
ada yang hilang dari lubuk hati

Mawar dia kembang taman hati
semasa meski tak dapat diterka
laun melambat bagai bias
Atau hujan tempias di muka pasi

bunga dan idaman
Memadu di sukma
berebut tempatnya bertaut
aku sadar, yang tersisa hanya luka
nanti

Sejuta maaf
dan sebait rindu

Selaksa keliaran
dan sebentuk naluri

membias dan meredup
bagai kabut yang menepi
pada kehangatan malam
dari larik cahaya rembulan

entah besok dia membara
bersama bintang renta
sang suryakala

Lalu kita tempuh bentangan masa
bersama tekad melupakan
rindu menepiskan
hasrat menafikan

Bahwa malam masih kan datang
dan besok masih akan menjelang
Sebagaimana sekarang kita pulang
Pada kenyataan yang tak berbilang

7312, kantorku 12 April 2005

Tuesday, April 12, 2005

Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tidak dapat melepaskannya,
Engkau terbelenggu olehnya

Apa saja hartamu
Harta itu harus kau pegang dengan tanganmu
Seperti engkau memegang air

genggamlah erat erat
dan harta itu lepas

Akulah itu sebagai milikmu
dan engkau mencemarkannya
Lepaskanlah
Dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya

Dikutip atas seijin penulisnya, Putri. [katanya ditulis hari senin (11/4)]

Monday, April 11, 2005

Melihat dengan hati

Bila matamu
Tak lagi bisa melihat yang ada
Maka lihatlah dengan hati
sehingga engkau akan mengerti
Bahwa yang tak terlihat
sering lebih berarti

Mata orang dewasa
melihat bentuk
lalu menghakimi

Kadang mereka mengamini
entah sadar atau tidak
Mencari ketiadaan dari yang fana
Mencari keseimbangan
dari yang kasat mata

Aku ingin memiliki
mata kanak-kanak
Mencari kedalaman
dari yang sederhana

Mungkin mereka lebih mengerti arti cinta
karena mereka memandang
dengan mata dari surga

Sebelum dosa menjadikan mereka mangsa
sebelum dosa membuat mereka dewasa
Lalu akhirnya sama saja dengan kita

Sahabatku..
Kemarin kupandangi engkau
dengan sejumput kenangan masa kecil
sehingga aku bisa mengerti
bahwa engkau sudah memilih

Sebelum kusadari
bahwa engkau telah menyentuh
sesuatu di dalam hati
Mungkin engkau datang dari masa lalu
mengenalmu bagai kemarin
Lama..
Terkenang..
dan masih..

7312, kantorku 11 April 2005

Monday, April 04, 2005

Selamat jalan bapa
Kulihat engkau terbaring kemarin
jasad yang menyimpan banyak cerita

Dunia menangis untukmu
Seakan tak ada batas-batas
apalagi sekat keyakinan
Seperti kembali ke hasrat purba
bahwa kita hanyalah manusia
korban kesombongan
yang membuat kita semua berdosa

Selamat jalan bapa
Mata kami tak bisa mengukur
hati Bapa di surga tentangmu
Tapi dunia bilang
Engkaulah sosok terbaik

Selamat jalan bapa..

7312, kantorku 4 April 2005
Untuk Paus Yohannes Paulus II yang meninggal kemarin

Friday, April 01, 2005

Jikalau,...

Setan: "Jikalau Engkau Anak Allah,...
Ubahlah batu ini menjadi roti
Lompatlah dari bubungan Bait Allah ini
karena malaikat-malaikat akan menatang Engkau
dengan tangan mereka
sehingga kakiMu tak terantuk pada batu
Itu pun jikalau Engkau Anak Allah,..."

Setan menambahkan: "Atau,... sujud saja menyembah padaku
dan aku akan memberikan seluruh bumi ini kepadaMu
sebab Allah telah menyerahkannya kepadaku,..."

Dialog diatas terjadi ketika Yesus selesai berpuasa 40 hari
tanpa makan dan minum (As human being, Dia lapar)
Lalu iblis mencobai Dia di padang gurun.

Di sudut lain, tiga tahun lebih kemudian
Seorang prajurit yang ikut menyesah
dan memukuli Yesus sejak dari pengadilan Pilatus
sampai ke bukit Tengkorak, berkata persis seperti ucapan iblis:
"Jikalau Engkau Mesias, turunlah dari salib itu!"
Juga seorang pesakitan di sebelah salib Yesus berkata sama.
"Jikalau Engkau seorang Raja, mestinya Engkau turun dari salib itu."

Dua ribuan tahun kemudian,...
Saat kebenaran menjadi sumir
saat orang semakin rabun
membedakan mana kehendak manusia
dan mana kehendak Tuhan
Mereka masih mencobai Tuhan
"Jika Yesus adalah Mesias atau Tuhan itu sendiri,...
Mestinya Dia turun saja dari salib, atau menolak didera sampai mati seperti itu,
sungguh mengerikan! Dan seperti itulah Kekristenan, mengerikan!"

Jikalau,...

Sungguh menyedihkan, melihat manusia yang adalah ciptaan
ingin mendikte cara Penciptanya bekerja. "Jikalau Tuhan,..."
Mungkin saya dan kita berpikir,
"Seandainya saat itu Yesus turun dari salib, apakah yang terjadi?"
Mungkinkah saat itu seluruh manusia yang hadir saat penyaliban langsung bertobat
dan percaya bahwa Dia adalah Allah?

Saya pikir sebaliknya!
Mengapa?
Bila Yesus turun dari salib itu, maka wibawa Tuhan akan ambruk
sebab Tuhan seperti "menjilat ludahNya sendiri".
Yesus turun, maka berarti iblis menang. "Satu sama!"
"Lihat Allah, tak mungkin manusia bisa diselamatkan! Hahahahaha"
Dan tentu saja, iblis tambah senang sebab semakin banyaklah sahabatnya di neraka.

Sebab itulah Yesus menjawab, "Hai iblis! Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu"
"Hai Setan! ada Firman yang berkata bahwa manusia tidak hidup hanya dari roti saja, melainkan dari Firman yang keluar dari mulut Tuhan sendiri!"
"Hai Biang Kejahatan dan kebinasaan! Hanya kepada Tuhanlah engkau harus menyembah!"

Itulah sebabnya ketika di atas salib, diantara amis darahnya sendiri, serta rasa sakit tak tertahankan, Yesus tak mengutuk, malah berkata
yang tak mungkin diucapkan manusia biasa (Haleluya, itulah tanda bahwa Dialah Tuhan)
"Ampunilah mereka Bapa, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

...

Lalu saat semuanya berakhir dan Yesus bangkit
sempurnalah sudah
Iman yang percaya pun tak sia-sia
Bahwa kematian telah kehilangan makna

...

Jikalau,...
"Hai! Jangan mencobai Tuhan Allahmu!!"


7312, kantorku 1 April 2005