Wednesday, April 13, 2005

sekuntum itu berlalu
membau tertinggal dalam sepi
Bisu hati pada ragu
ada yang hilang dari lubuk hati

Mawar dia kembang taman hati
semasa meski tak dapat diterka
laun melambat bagai bias
Atau hujan tempias di muka pasi

bunga dan idaman
Memadu di sukma
berebut tempatnya bertaut
aku sadar, yang tersisa hanya luka
nanti

Sejuta maaf
dan sebait rindu

Selaksa keliaran
dan sebentuk naluri

membias dan meredup
bagai kabut yang menepi
pada kehangatan malam
dari larik cahaya rembulan

entah besok dia membara
bersama bintang renta
sang suryakala

Lalu kita tempuh bentangan masa
bersama tekad melupakan
rindu menepiskan
hasrat menafikan

Bahwa malam masih kan datang
dan besok masih akan menjelang
Sebagaimana sekarang kita pulang
Pada kenyataan yang tak berbilang

7312, kantorku 12 April 2005

No comments: