Monday, May 09, 2005



Bagian Sejarah

JAKARTA - Hari ini format baru Koran Tempo resmi diluncurkan ke pasar. Labelnya adalah koran kompak, sebuah pergeseran konsep surat kabar harian broadsheet menjadi format tabloid lima kolom yang lebih mungil, ringkas, dan gampang dibawa.

Setelah melalui dua kali percobaan, akhirnya format final (yang digagas sejak setahun yang silam itu) pun sudah ada di tangan publik sejak hari ini.

Pemimpin Redaksi Koran Tempo yang baru diangkat bulan April yang silam, Toriq Hadad, kemarin mengatakan bahwa Koran Tempo telah menandai sejarah jurnalistik Indonesia dengan sebuah catatan penting. Dan kami sebagai awaknya, telah ikut berperan dalam sejarah tersebut.

Bagaimana rasanya menjadi tokoh dalam catatan sejarah? Mungkin tak perlu lagi bertanya kepada Sukarno-Hatta dari sejarah proklamasi, atau Sudirman dari sejarah TNI, atau Ki Hajar Dewantara dari sejarah pendidikan, sebab kami sudah tercatat dalam sejarah jurnalistik Indonesia.

Editorial Koran Tempo hari ini mengatakan bahwa perubahan itu menjadi niscaya sebab kebutuhan pembaca pun sudah mengalami perubahan. Media cetak tak lagi menjadi sumber tunggal informasi di tengah kian terbatasnya waktu. Oleh sebab itu, format baru ini ingin menjawab kebutuhan akan berita-berita yang singkat namun penting. "Seleksi berita dan kelengkapan penyajian adalah kata kunci bagi pembaca," demikian editorial tersebut.

Perubahan koran format broadsheet memang bukanlah yang pertama di jagad jurnalistik dunia. Dipelopori oleh harian The Independent di Inggris, koran kompak kemudian mewabah di Eropa. Inggris pula negara yang mempelopori lahirnya koran broadsheet sejak tahun 1712. Di Asia, Malaysia adalah pelopor saat New Straits Times mencoba menjawab tantangan setelah The Star mulai menyalibnya dalam tiras. "Ketimbang menunggu dan ketinggalan kereta, kami memilih lebih cepat melakukannya," kata bagian akhir editorial edisi perdana itu.

Demikianlah wahai sidang pembaca blog yang terhormat. Sebuah intervensi dalam blog yang biasanya mengejawantahkan puisi ini saya pikir perlu. Demi membawakan anda sebuah kabar, yang telah menjadi catatan sejarah tersendiri. Dan saya, sang camar, adalah bagiannya. Selamat membaca --Sang Camar menyarankan Anda berlangganan :-)

camar

No comments: