Tuesday, May 03, 2005

Cinta itu bertaburan di udara, seperti bintang tua
Dia tetap ada, meski siang membunuh malam

Cinta itu juga bertebaran di permukaan tanah seperti biji sesawi
Bertumbuh, berakar, dan berbuah

Cinta pun terapung di air seperti jerami
Kebenaran yang tak mungkin tersembunyi

Berpendaran di perut kunang-kunang
dan malam kita pun berkelap kelip

Aku ingin mencintai dengan cinta yang tak biasa
Cinta yang membawamu menikmati siang yang terbunuh
Dia berakar dan berbuah kehidupan
Kebenaran yang terungkap
Seperti pertanda di jalan tanpa arah

Meski mungkin aku akan memandang dari kejauhan
membiarkan waktu memilihkan jawaban
dari pertanyaan yang mestinya
tak perlu terucapkan
Atau meski hatinya berlabuh di perhentian lain

camar

5 comments:

Anggi Kusumah said...

Suer, gw suka banget sama puisi ini.

"menikmati cinta untuk membunuh siang yang jenuh..."
....
....
:)

kalo mau cinta yang tidak biasa, temukan wanita yang tidak biasa juga. thats d key..

putrisafeby said...

Siapakah wanita yang tidak biasa itu?

"Hari hari kekuasaanku adalah rintangan bagiku
Untuk memahami arti sebuah cinta dan keindahan hidup
Namun tatkala aku melihat engkau...
Cinta bangkit dan merombak-rombak rintangan itu"

camar said...

Puisi gak harus gamblang kan Put? Hehehe..

Andai....

Anggi Kusumah said...

kok jadi chatting ya? hehheheh....ayo ayo, kita schedule kan bulan depan untuk hang out lagi...berempat sama laki gw...:)

putrisafeby said...

Kita ikut wisata tempo doeloe aja... :p