Wednesday, May 04, 2005

Pulang

Tiba saatnya engkau pulang
Ketika semua terasa menjauh
Meninggalkanmu sebuah sepi
semasa yang menguap

Semasa pula kini menyadari
Bahwa sejumput harap
Bukan harga senilai
Dengan kenyataan

"Jonathan Livingstone,
Sadarlah!" kataku

Di depan mata dia ada
Tapi daya tangan tak sampai
Sebab hatinya tertambat
Di balik kabut yang tersaput melambai

Dua hati sudah terpaut
sewaktu tak habis
Dan engkau hanya sebuah titik
Kalau tidak sebuah nadir

"Jonathan Livingstone
Bangunlah dari impian!" Sergahku

Bangunlah hai jiwamu
Bernyanyilah dengan gambus dan kecapi
Tiuplah seruling dan ceracap
Sebab hari ini dijadikan untukmu

Berkidunglah wahai jiwamu
Dengan nyanyian malaikat
Bahwa meski engkau terhina dan tergugu
Cinta untukmu adalah air mancur tak terlaknat

"Aku sudah bangun, tak lagi bermimpi, hei nyanyian surga itu apakah untukku? Ya,... dengan pikiranku aku sudah ada bersamamu, Tuhanku," kata Jonathan Livingstone, tak lagi mencari remah roti di perahu nelayan.

camar

1 comment:

putrisafeby said...

Hai… What happened sih? Puisimu kok terdengar seperti orang yang merasa ditinggalkan…
You can lean on me when you were down…