Wednesday, June 22, 2005

PRANARYA

Sebait sajak cinta
Pranarya buah hati
Terbaring lirih
di pembaringan pagi

Dia
semburat keajaiban Tuhan
Sayang kalian
dan (tentu saja) sayang kami

Lihat!
Mengerjap mata
si tanpa dosa
Dengan apakah kuhapus
air matamu, kanak-kanak?

Saputkan mendung hari ini sahabat
Sebab tangan Si Pemilik Hidup
adalah peraduan
yang lebih hangat dari tangan ibu

Berikan Pranarya
gempitanya kasih sayang
Ciumilah dia
dengan kehangatan
bagai tak habis

Pranarya, buah cinta
Ketika harap mengambang
Kupu-kupu yang mengepak sayap pertama
Menjawab kerinduan
kembang-kembang taman

Pranarya
Kupu-kupu kalian
dan (tentu saja) kami
Menghantar sajak
malaikat-malaikat surga
Tentang CintaNya
di hidup Pranarya

7312 - kantorku 22 JUni 2005
Untuk Edy Can, Docal, dan si buah hati Pranarya
(Tetap tegar sahabat2ku!)

Tuesday, June 07, 2005

Penjunanku

hari ini aku membaca lagi buah karya manusia
tentang engkau
Bukannya aku meragu
Hanya saja
Aku gemas
Datanglah segera dan bicaralah
Menyingkap kabut
Lalu bawalah kami pulang

Tapi sekedip mata aku sadar
Siapkah aku hari ini?
Ku tanah liat
apakah sudah berbentuk
menjadi sejati?

Pelitaku
apakah tetap kan bersinar
hingga rembang pagi?
saat pelita lain padam
Lalu tertinggal?

Penjunanku
Ajarku berjaga-jaga hari ini...


Kata Yohannes Pembabtis:
30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa
yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam
bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas
semuanya.
32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang
didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya
itu.
33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa
Allah adalah benar.



7312, kantorku 7 Juni 2005

Saturday, June 04, 2005

Ada tanya terbersit
dari rumpunan galau hati
Kemana jawab dicari?
Bukankah pada diam
Yang menggeliat?

Merona mentari
merentas dini
Harapan yang terbit
Kembang hidup hari ini

Selamat pagi dunia
Perjalananmu hari ini
Adalah tanya yang tersingkap
Meski aku buta
Bukankah lebih baik
membiarkan masa
menempuh perjalanannya sendiri?

Terima kasih sahabat
Sembari meniti waktu hari ini
Dari tepian tarian bocah Kali Code
Kuhantar rindu
temaram lalu kian memesona
Apa kabar mu hari ini?

7312
Thx to be such a nicest friend i ever had

Friday, June 03, 2005

Sepi di Yogyakarta

Ada sepi menyergap
Sejurus juga ada rindu
pada hari-hari silam
Ketika tanya kita tepiskan
Menempuh masa seperti tak habis
membunuh ketakutan
meski tak selalu berhasil

Ada rindu
pada hadirmu
seperti dulu
Melintasi perjalanan
malam yang terbiar

Juga rindu pada sosokmu
Kehendak yang pernah kubiarkan meraja
membuat hari-hari tak lagi biasa
Mungkinkah kini semua bagai tiada?

Dimanakah engkau sekarang?

7312, Yogyakarta 3 Juni 2005