Friday, September 16, 2005

PENABUR CINTA

Aku penabur Cinta
Cintaku sesederhana sebuah kata
Hanya perlu kau raba
dengan hatimu
agar kau percaya

Tapi cintaku bukanlah batasan-batasan
dalam ikatan-ikatan fana
Cinta berahi, cinta mereka, cinta dunia

Bagiku cinta adalah cinta
sesederhana kata
sesederhana mata
sesederhana hati

Biar tak sakit hati
Pada kenyataan maupun penyesalan
Bahwa cinta tak harus memiliki
Sebab Cinta tak hendak memiliki
Cinta tak mati, ketika pecinta mati
Cinta bukanlah budak sang masa, seperti kita

Jangan kau terluka, bila tak ada kau dapat
Biarkan Cinta selalu memberi
Sebab Cinta tak menyesal, meski ditinggalkan

Sebab cinta
sesederhana kata
sesederhana mata
sesederhana hati

Mari lihat
cintaku disemai
bagai musim menabur
Di ladang-ladang hati
tak hendak menunggu sabar
hingga tiba musim menuai

aku dilahirkan bukan untuk menuai
cinta yang kutabur
biarkan dia tumbuh
bersama mentari dan rembulan
aku hanya menanti saat akhir tiba
di pintu dia memanggil
"Mari masuk pecintaku, engkaulah yang kunanti."

7312, kantorku 16.50 WIB 14 September 2005

3 comments:

Anggi Kusumah said...

bener apa yang kamu ucapkan dalam puisi ini. cinta akan selalu ada dalam hati, tak pernah terucap, tak pernah terbentuk.

-begiyz-

putrisafeby said...

Cinta...

Hm...
*sambil mikir*

Au ahhh.. ppusing mikirin cinta...

Ada yang mau gombalin gw lagi gak ya? :p
*gedubrakkkkk*

camar said...

hidup tanpa cinta
bagai sayur tanpa garam..
...
Cinta sih bukan untuk dipikirin Put
tapi dirasakan..
seperti dulu.. indah kan?