Friday, October 14, 2005

HARAPAN

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62: 5-8)

Kau kirim itu kemarin, sayang.
Perlambang cinta dan sayangmu
perhatian dan harap

Aku malu, bahwa kadang aku tak seperti
lelaki yang mengenal Tuhan dan harapan
di depan tantangan aku tergugu

Bila aku seorang musafir
maka aku adalah musafir buta
tak bertongkat dan bersepatu
Onak duri, sudah cukup membuatku urung

Bila aku adalah si tukang bangunan
maka aku adalah tukang yang bodoh
kurang perhitungan
dan enggan untuk membuka mata pada tuntunan
Cetakbiru hidup dari sekitab Firman

Aku lelaki yang kurang beriman
Padahal Allah adalah gunung batuku, keselamatan, dan kekuatanku
Di bawah sayapNya tempatku berlindung
Bak rajawali, menopang anaknya dengan nyawa

Sekali lagi Tuhan, maafkanlah lelaki ini
yang merasa takjub pada kasihMU
tertunjuk melalui cinta kekasihku
Yang tadi malam memelukku dengan sayangnya
mengusap rambutku dengan jemarinya
Menyampaikan getar-getar rindu
Kesetiaan yang tak pupus.

7312
14 oktober 2005

No comments: