Monday, November 28, 2005

Cinta dari masa lalu

Kau Cinta masa lalu
mengapa kemarin malam hadir?
Seulas senyum
si bintang malam
Berbaju merah berambut panjang
Senyum yang melekat
tak pernah kuhapus dari ingatan sayang

Berbaju cinta itulah
kupu-kupuku
Senyum serupa, tawa senada
Cinta yang kau bawa
Melemparku ke lembah tak berdasar
menggamang
Adakah sesal? Pantaskah sesal?
Cinta yang kubiarkan
melarung, kunista
Dulu kucumbu dengan dosa

"Andai,..."
Kupu-kupu melambat
menitipkan sayang pada rembulan
Sebuah perjalanan panjang
Berlari dari kenyataan
Tak berani aku
Tak kuasa aku
Relakah kau
bila sanggupku hanya binar mata?

malam yang tertinggal
menista aku hingga tersengal
Matikanlah aku
Hingga tak sempat kurasa
arti sebuah kehilangan
Cinta masa lalu
yang seperti inkarnasi
Dalam kupu-kupu
dari malam-malamku

Camar, 28 November 2005

Monday, November 21, 2005

Diam

Di rembang senja kutepekur
menatap siang yang beranjak tidur
Peraduannya memerah
Langit memudar
pada malam yang menjemput

Tepekurnya aku pada Cinta
yang membawaku kepada keajaiban
Memandang ke belakang lalu bertanya
"Mengapa?"

Rembang senja menjemput malam
Penanda berakhirnya sebuah masa
Besok menjelang yang silam
Di sinilah aku
Menatap perjalanan itu
Bagai tak percaya
Lalu ber-asa, mudah-mudahan berakhir segera

Tapi itulah kawan
Menghentikan masa bukanlah keahlianku
Perjalanannya, dari sejarah menjadi masa depan
adalah sebuah niscaya tanpa henti

Barangkali aku membutuhkan sebuah deja vu
Perjalanan tanpa henti menafikan yang lalu dan esok

Agar Cinta yang ajaib ini
Dapat kunikmati tanpa ragu

Biarlah kumiliki semua cinta ini
walaupun aku bagai bersembunyi
antara petang dan gelap
Antara binar-binar semata
dan yang senyatanya kureguk
Bersama pelukan tak lekang
Cintalah ini, kuyakinkan hati

7312, suatu pagi di Velbak 19 November 2005