Tuesday, December 06, 2005

DUA WAJAH

Terhempas aku di atas permukaan ombakmu
mengapung terkatung
Kehilangan haluan

Aku pun tak menemukan dasar
kaki untuk berpijak
Gamang, samar
kengerian memuncak

========

Akulah angin
bertiup kemana suka
Kubawakanmu bau salju Kilimanjaro
atau cerita dari Lembah Buni
Dari Sahara kuhangatkan hati
Bak oase pelipur lara
Ranum kurma
Nirwana sebuah kegersangan

Atau maukah kau mencium bau pucuk bambu
Dari Negeri Embun
Gemerisiknya bagai harmonisasi sebuah liturgi
Komposisi sebuah resital
Gemericik Sungai Mengular

Bila ingin
Aku pun menyimpan wangi rumput
di puncak pegunungan dari tanah negeri
berselimut bunga-bunga abadi

Pun ada nyanyian hujan di Lembah Negeri Senja
Merah yang tak pernah berakhir
Merindukan nyanyian hujan
Dan ringkik kuda, si impian pagi yang terlupakan

Mintalah, maka akan kubawa
serulah, maka akan kutitipkan pada bintang
Bila hadirku tiada kau rasa


========

Aku ingin mati saja

========

Mencintalah
Rangkumlah semua keindahan
dan nikmatilah
sebelum kau pergi

Barangkali kemanusiaanmu
Nista benar,
namun cinta telah membuatnya
Putih benar!

========

.........

========

Baiklah,
kumaafkan kau
hari ini


7312, 6 Desember 2005

2 comments:

putrisafeby said...

wah.. kayaknya puisimu kali ini dalam banget!!

masih tentang aku kah?? :p

buraddori said...

gue gak nyangka ternyata elo menyimpan curhat elo di sini ya! hehe. keren ded, gue link yaaaa