Friday, November 24, 2006

DAPATKAH

Dapatkah aku meninggalkanmu?
lalu meniti perjalanan ini sendiri
merengkuh tujuan yang kabur
Meski aku sadar
lelah nanti tubuh ini..

Kau, yang kudekap
berbilang dasa tahun
Perjalananmu
ibarat perjalanan hidupku sendiri
Mencari kebenaran
mencari tempat hati berlabuh
dan menanam impian
tentang esok

Tapi di sinilah aku kini
berhenti pada sebuah titik
tentang sebuah pertanyaan
Dapatkah aku meninggalkanmu
Yang telah membentukku
sedemikian

Bukan kacang lupa kulit
bukan pula merentas kulit bawang
terluka hati nanti
atau air mata yang berderai

Aku hanya lelah
Bagai berdiri tanpa pijakan
sayapku terluka
dan enggan untuk terbang lagi

Dapatkah aku meninggalkanmu?
Entahlah...

-camar- 24 November 2006

Wednesday, November 08, 2006

TERBESAR

Katakan padaku
Di mana cinta terbesar ada..
selain saat diriMu
merendahkan diri
Agar aku bisa mengangkat kepala
dari rasa malu

Katakan padaku
Di mana karya terbesar
sepanjang zaman ada..
selain saat diriMu
mengambil rupaku

Sang Maha Kekal
Menyelusup ke dalam kefanaan
merentang tangan dan terluka
Sang Maha Tinggi
meninggalkan menara gading
dan menyelamatkanku

Tapi mengapa begitu sulit
cinta sesederhana itu untuk dimengerti?
Mengapa terlihat rumit dan menyesakkan dada?

Lalu ada begitu banyak orang, berpaling dariMu
mencari pembenaran melalui seperangkat ritual

Mereka merasa bahwa dosa
--yang bak singa mengaum-aum-- itu
bisa terhapuskan
dengan sejuta macam perbuatan baik

Bukankah Kaulah pengampun dosa
bahkan di saat aku tak sanggup mengampuni diri sendiri?

“Sia-sialah perbuatan baik
Sebab semua orang telah berbuat berdosa
Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.“

Sesungguhnya yang kuperlu bukan membenarkan diri sendiri..
sebab tiada kebenaran dalam diriku.
Maka yang kuperlu adalah dibenarkan olehMu

Bukan karena laku dan rupaku
Sebab rupaku najis dan buruk
Maka yang kuperlu adalah kasih anugerahMu

Sehingga aku takkan pernah kecewa
Saat Kau memilih dari yang terdosa
Sebab akulah itu

Saat Kau mengasihi yang terhina
Sebab akulah itu.

Ah Tuhanku
Inginnya aku berpulanglah
ke taman surga
tempat di mana aku seharusnya berada

Bukan di tengah dunia ini
di mana CintaMu ditinggalkan
di mana CintaMu ditipu daya
di mana CintaMu direkayasa
bahkan olehku sendiri
dan mereka

Tapi hari ini Engkau membuatku tergugu
Merasa sendu pada kenajisanku
Malu pada ketidakberdayaanku

Mengharap Kau menggendongku
Dengan CintaMu
di bukit itu
Dengan darahMu
yang menjejak di kayu itu

Keselamatan
memang semudah memandang Kalvari
dari kedalaman hati
Di sanalah perlambang
perwujudan semua misteri
ketika Engkau berkata kepada kami:
“Aku mengasihiMu”
di tengah sebuah sunyi
dan kami yang berpaling

8 November 2006 -camar-