Friday, March 02, 2007

Kubur Yesus?


Setelah novel dan film Da Vinci Code--sebuah fiksi belaka--, kini muncul lagi serangan terhadap kekristenan berbentuk klaim penemuan peti mati Yesus, Maria Magdalena, dan putra (?) mereka di satu sudut kota Yerusalem.

Klaim itu dicetuskan pembuat film dokumenter dari Discovery Channel melalui sebuah film 90-menitan bertajuk "The Lost Tomb of Jesus". Film ini disutradarai Simcha Jacobovici, seorang wartawan. Produsernya adalah James Cameron, yang pernah membesut film Titanic.

Discovery Channel mengklaim mereka telah mempelajari sepuluh peti batu yang dipakai untuk menyimpan belulang, dari sebuah situs di Talpiot, Israel, pada tahun 1980. Dari aksara dan penelitian DNA sejumlah temuan di dalamnya disimpulkan bahwa kotak itu adalah tempat bersemayamnya mayat Yesus, Maria Magdalena, dan putra mereka.

Penanggalan temuan itu diperkirakan 2000 tahun lebih. "Bukti-bukti itu mendorong konsekuensi yang besar sekali," kata Jane Root, Presiden Discovery Channel.

Akhir bulan lalu Pendeta Rob Schenck, dari Dewan Kependetaan Nasional Amerika Serikat, mengatakan temuan film itu, "Tak lebih dari pertunjukan sirkus modern."

"Paling buruk, ini benar-benar penipuan."

CAMAR | DIKUTIP DARI NATIONAL GEOGRAPHIC NEWSLETTER

***

Tiba-tiba aku teringat waktu melakukan reportase di Gunung Tambora, Sumbawa Besar, pada tahun 2006. Temanya soal temuan bekas-bekas kerajaan Tambora yang musnah saat gunung itu meletus ratusan tahun lalu.

Tiba di sana aku rupanya keduluan tim dari Discovery Channel yang sudah mengubek-ubek tempat itu, lantas membuat sebuah film dokumenter yang judulnya kira-kira tentang lenyapnya Kerajaan Tambora.

Ketika menyaksikan film itu, penontonnya pasti langsung terbawa suasana bahwa demikianlah kenyataan yang kini terkubur tiga meter lebih di bawah tanah itu. Tapi ketika melihat cara mereka bekerja dan bagaimana mereka membuat kesimpulan demi kesimpulan, aku cuma bisa mengelus dada. Sungguh naif dan memaksa.

Bagaimana bisa bercerita tentang Kerajaan Tambora dari temuan sepetak tinggalan yang sudah menjadi arang dan sisa-sisa keramik dan peralatan? Mana keramik-keramik berharga itu mereka bawa pergi ke Amerika sono tanpa ijin resmi dan lolos saja dari imigrasi kita.

Tak urung kesimpulan mereka membuat berang Arkeolog Indonesia, karena sungguh cara mereka bekerja jauh dari metoda penelitian yang diakui Arkeologi sebagai ilmu. (Begini-begini saya juga lulusan Arkeologi lho)

Lalu apa hubungannya dengan temuan "Kuburan Yesus"?

Saya kira, apa yang disampaikan Discovery adalah sebuah kesimpulan memaksa yang mereka tak pikirkan dampaknya. Sebuah serangan lagi terhadap iman kekristenan. Benarkah Yesus menikah dan punya anak—seperti juga yang dicetuskan dalam Da Vinci Code?

Sebuah kesimpulan yang patut dipertanyakan kesahihannya. Bila memang mereka melakukan penelitian DNA, tentu saja mereka harus mencocokkan DNA temuan di peti batu dengan DNA kerabat Yesus yang masih tersisa saat ini. Apakah ada? Bagaimana mereka bisa melacak setelah generasi itu terentang 2000 tahun lebih?

Tapi terlepas dari semua itu, apakah kekristenan akan hancur dengan temuan itu? Ugh! Not so easy man! Christianity born and grown thousand of years. Diserang dengan berbagai cara pun, kekristenan tetap hidup dan bertumbuh. Serangan terhadap keimanan ini bukanlah kali pertama. Berbagai pihak sudah melakukannya, bahkan tak lama setelah Yesus bangkit.

Lihat kisah di Injil Matius:
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara
dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada
mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.


Begitulah:

Kata Yesus dalam Yohannes 16:20: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita."

CAMAR