Tuesday, June 03, 2008

Edan

Edan benar
Sudah gaharu cendana pula
Sudah memukul, berlagak pula

Dan para penegak hukum itu
cuma termangu
Entah apa yang ada di pikirannya

Diam tidak
bertindak pun tidak
Wajarlah bila mereka semakin melunjak

Entah sampai kapan
negeri ini dihuni orang-orang
Yang merasa paling benar dan paling suci
Paling berhak pula menghakimi

Sedihnya
Mereka yang berhak menghakimi
Yang berhak mengadili
Cuma diam terpaku

Belum..
Belum anak cucu mereka yang dianiaya
Belum kerabat mereka yang disiksa
Belum..

Bila sudah..
Barangkali semua sudah terlambat

Camar

Monday, June 02, 2008

Jubah

Katakan padaku
Cinta apa yang kau bawa
Dengan tongkat tergenggam ganas di tangan kiri
dan belati terhunus marah di tangan kanan?

Coba yakinkan aku
Rahmat bagi sekalian alam apa yang kau agungkan
Saat kau berteriak sesumbar
dan dari mulutmu menyembur pedasnya serapah

Sayang apa yang kalian utarakan
saat tangan dan kaki kalian bicara
Bahkan di tubuh perempuan dan kanak-kanak itu?

Sayang, cinta, dan rahmat semacam apakah, wahai kaum-kaum berjubah?

Sungguh, rupamu tak melahirkan segan
Kecuali takut dan sedan.
Sungguh, tak kami lihat di sana ada cinta.
Bahkan, mungkin sesungguhnya memang tiada.

Camar (untuk kasus Monas, Minggu 1 Juni 2008)