Tuesday, August 05, 2008

Sahabat

Sahabat dari masa lalu
Tiba-tiba menyeruak dari hari-hari yang sibuk
Kabut di matanya
Menyentuh sudut hati tertusuk

Kutanya pada diri
Apakah masih ada tempat
Baginya meletakkan kepala
Di dada dan bahu ini?

Sahabat dari masa lalu
Gamang berjalan
Menembus waktu yang tak berpihak

Merengkuh tak sampai
Aku tergugu
Mencari makna
Pada asa yang entah apa

Bila saja bisa,
Ingin kuusap air mata dari pipinya
Membasuhnya dengan senyum
Pada harap dan esok

Malang, titisan itu sudah kering
Telaga matanya
tak lagi menyimpan segara

Sontak aku tertanya:
Aku ini siapa?
Aku cuma sahabatnya

Camar

2 comments:

sellee said...

ded...dedy terus bertanya "sudah bahagia?"
jawabannya "sudah" ... terimakasih sahabat..

dedy juga jangan lupa untuk mencari kebahagiaan dedy sendiri dan anyone you love....

good luck for everything...

camar said...

Bahagiaku, adalah bahagiamu kawan