Wednesday, October 29, 2008

Titik Itu

Kau tiba di titik itu, katamu.
Pada getar suaramu
Terasa benar
perih yang menggores hatimu

Terpana aku
Pada nyatanya hidup
yang kau hadapi
Ku pernah di sana, kataku dalam hati

Entah bagaimana menggambarkan isi hati ini
Perjalanan waktu kita bersama
Kadangkala membuatku merasa
Ada bagianku di dalam titik itu

Bolehkah?
Layakkah?
Aku tak tahu, sayang.

Bolehkah aku meminta
Kau tak menangis lagi?

Biarkan saja waktu tepekur
Tafakur pada diam
Seperti kita mengacuhkannya
Membuang muka pada tanya
Menafi segala ragu dan ketakutan

Bahwa cakrawala masih menyimpan kejutan
Mentari yang diam, lalu semburat
dengan harapan baru.
Bahwa di kaki langit
Masih ada kekuatan
pada cinta
pada sayang
pada debar-debar dada
Barangkali tak lagi padanya
Tapi sememangnya nyata dan berada
Sehidup kita hari ini

Bolehkah aku meminta
kau tak menangis lagi?

Camar, 29 Oktober 2008

Friday, October 24, 2008

Kau Ada

Aku ingin memelukmu
Dengan rindu tertahan
Seperti sembilu
Di dahan bambu
Menggoresku
Meski aku ingin
Dan menafi

Ceritakanlah
episode hidup
Yang kini mewarnai waktumu
Pun bila aku ada
(bahkan mungkin tiada)
Serta mengecapnya
meski getir
Asal bisa kulihat kau tersenyum
tak perlu lagi menangis

Terima kasih ku ada, katamu
Terima kasih kau ada, kataku

24 Oktober 2008
Camar

Monday, October 06, 2008

Selamat

Memandangnya dari kejauhan,
membuatku bisa memahami banyak hal
Sekaligus rindu yang tertinggal
Pada apa-apa yang tak lagi kutemukan

Seandainya waktu bisa dikendalikan
Seandainya masa bisa diputar ulang
Barangkali takkan ada penyesalan

Padanya, aku ingin berteriak
“Bilamana kau tak pergi!” Bilamana, Bunda!

Wahai.. mengapa pula aku tergugu?
Bukankah kau, ibu dari ibuku
Rahim yang melahirkan jiwa baruku
Telah berbahagia kini
Bersama Dia dan mereka yang tak lagi merindu

Di sisi lain, aku tercekat.
Maafkanlah bunda ku,
Aku tak lagi tahu
apa lagi yang tersisa dari kenanganmu
Di sana, bersama mereka

Tapi, baiklah.
Waktu telah membawa mereka ke titik ini
26 tahun perjalanan waktu
Ia menggurat banyak
Di kerikil-kerikil yang tertinggal
Walau bagaimana pun

Selamat ulang tahun CLF

Camar

Friday, October 03, 2008

Ampunan

Di antara banyak hari
Adalah yang terbaik
Hari yang penuh pengampunan

Maafkanlah..

Camar, 3 Oktober 2008