Wednesday, October 29, 2008

Titik Itu

Kau tiba di titik itu, katamu.
Pada getar suaramu
Terasa benar
perih yang menggores hatimu

Terpana aku
Pada nyatanya hidup
yang kau hadapi
Ku pernah di sana, kataku dalam hati

Entah bagaimana menggambarkan isi hati ini
Perjalanan waktu kita bersama
Kadangkala membuatku merasa
Ada bagianku di dalam titik itu

Bolehkah?
Layakkah?
Aku tak tahu, sayang.

Bolehkah aku meminta
Kau tak menangis lagi?

Biarkan saja waktu tepekur
Tafakur pada diam
Seperti kita mengacuhkannya
Membuang muka pada tanya
Menafi segala ragu dan ketakutan

Bahwa cakrawala masih menyimpan kejutan
Mentari yang diam, lalu semburat
dengan harapan baru.
Bahwa di kaki langit
Masih ada kekuatan
pada cinta
pada sayang
pada debar-debar dada
Barangkali tak lagi padanya
Tapi sememangnya nyata dan berada
Sehidup kita hari ini

Bolehkah aku meminta
kau tak menangis lagi?

Camar, 29 Oktober 2008

No comments: