Wednesday, September 02, 2009

Maaf

Tadi malam air matamu terurai
Meski hanya dalam bayangan mimpi

kau tinggalkan getir rasa hati
Pada sesal ia menghakimi
Selaksa tanda seakan tak mengerti

Maafkan aku
Sekian masa ternyata tak bisa memupus rasa bersalah
Saat kutinggalkan kau
Di malam berkabut tanda tanya
Pencarian sesuatu di binar mata
Mestinya waktu itu aku meyakinkan hati
Bahwa ia masih ada di tempatnya

Tapi kubiarkan aku terdiam
Dalam hening yang merobek malam
Lalu melangkah pergi
Tanpa pernah berpaling lagi

Maafkan aku
Sekian waktu ternyata tak mampu
Memupus raut wajahmu dari bayanganku
Sebuah penyesalan
Yang tak pernah bisa kuungkapkan padamu
Meski suatu ketika
Kunikmati lagi binar mata itu
Di saat aku dan kau, tak lagi sendiri.

Maafkan aku..

Camar, 2 September 2009

No comments: