Monday, June 07, 2010

Sampai Dimana Kita?

Sampai dimana kita tadi?

Sudahkah tiba pada perbincangan
tentang pandangan nanar
pada bedil yang menggonggong risau
Menghidu bau mesiu
Menerobos tenggorokan, menyakitkan hati?

Sontaknya debu menyergap
Nafas-nafas yang memburu
Dan parau mencari-cari
makna tentang kemerdekaan
Pada sepelempar batu
Bukan Daud, mereka itu.
Bukan pula Goliath, lawan mereka itu.

Dari Rafah ke Gaza
Dari amarah ke hati yang gelisah

Pupur perempuan yang lamur
Susu bocah yang berlumpur
Tiada bisa menenangkan
Si buyung yang terbungkus lampin
Meratap dalam tangis
Berkepanjangan

Sampai dimana kita tadi?

Sudahkah kita sepakat
Bahwa ratap Gaza bukan tentang agamamu?
Bukan semata tentang teriak kitabmu?

Ketika kau parau menuding
Parau mencaci
Tapi luput bersangka baik
Bahwa kemanusiaanlah itu
Yang terinjak-injak hancur
Di bumi penuh susu dan madu (dulu)

Sebagaimana mesti bicara tentang manusia
Maka kita akan bicara tentang aku, kau, dan mereka
Tentang cinta, tentang rasa baik
Tentang harapan, dan kekuatan

Tentang menggandeng tangan
Bukan menjadikan seteru
Seperti di sini
Di tempat dimana kita
adalah sama-sama manusia, semestinya manusia
Bila kau pun merasa kami adalah manusia
Bila pun tidak...
Tak apa, sebab untuk kalian masih ada cinta

Camar

Tuesday, June 01, 2010

Mendekati Akhir

Sepertinya kita sudah mendekati akhir
Perjalanan bumi tua yang nyaris terkubur
Pada waktu yang menghentak
Perang, kelaparan, pembunuhan
Benci, kesumat, dan nista

Sampai di mana aku kini?
Masihkah aku berlari-lari
pada mahkota
Yang membuat segala sesuatu seperti sampah?
Atau aku beriringan dengan mereka
Menuju tubir kematian?

Seolah kekuatiran menghimpitku
Kesesakan menikam dada
Sampai aku di titik nadir
Pada kesadaran lama
Yang selama ini terabaikan
Maafkanlah aku ya..
Tolonglah.

Camar
Awal Juni 2010