Monday, October 04, 2010

Di Sebuah Stasiun

Temaram malam
Kami dalam dekapan mimpi
Dari perjalanan yang meletihkan
Dan kerinduan yang belum sampai

Sebuah stasiun,
Belum larut dalam perjalanan waktu
Padahal fajar
Sudah tak sabar
Lintang masih terpaku di langit gelap

Sebuah masa,
Gerung mesin dan derit besi
Mendobrak alam mimpi kami
Tak sempat terbangun
Tak sempat menyapa
Kami didekap
Mimpi yang lain.
Mimpi apa ini? Alam apa ini? Kami tak tahu

Kami cuma terdiam, terlena
Sementara berai tubuh kami
Dan kalian menjerit
menangisi perjalanan kami
Yang berakhir di stasiun itu

Sebuah stasiun,
Kala hari menjelang pagi
Sebuah perhentian
Untuk kami, bukan kalian
Tapi, sungguh mati,
Kami tak mau lebih banyak lagi orang-orang seperti kami
di sini
Bilang pada penguasa duniamu itu.
Bilanglah,
Jangan terlambat lagi

Camar (Untuk tragedi pemalang)

No comments: