Sunday, October 10, 2010

Menguap

Kulihat cintamu menguap, bersama bening embun diterpa fajar..
geletarnya sirna ketika angin tak mau lagi bersenda.
Goyah pertahananku.
Hancur lebur pijakanku.
Meraih angin.
Merengkuh ketiadaan.

Aku tuntas menyisakan tubuh fana.
Kesempurnaan terasa jauh. Mampirpun enggan.
Mari sini. kasihanilah aku.
Tak ada lagi airmata disini.

Berbaikhatilah.
Sebelum kurampas semua rasa
Kutelan sendiri
Lalu aku tak lagi bisa berdiri

Camar -

1 comment:

Pramu Sinto said...

terimakasih karena puisi anda menjadi insipirasi saya untuk terus semangat berkarya. oleh karena itu, anda mendapat apresiasi dari saya berupa STYLISH BLOGGER AWARD.

segera jemput di web saya...

http://kata-kata6eracun.blogspot.com/

salam sahabat blogger !!