Tuesday, February 08, 2011

Amarah di Kaki Sindoro

Satu hari lagi amarahmu tumpah
Kaum berjubah
yang pongah merasa jadi wakil tahta
Pada simbol, bumi, dan grha

Simbol itu memang benda mati
Dengan takjim, ia akan berdiri lagi di sana
Tapi ia sesungguhnya bermakna,

Bumi dan grha itu hanya wahana
Dalam diam, tiga fajar ia akan mengangkang di sana
Sesungguhnya, ia pun bermakna

Mereka prasad, tempat pencerahan kami
dalam diamnya, kami menikmati haribaan Dia
yang meminta kami mengelus dada
Dan mempercakapkan kalian
Bersama harapan yang tiada akhir.

tolong
tempiaskanlah wajahmu pada embun dari puncak Sindoro
Di mana di kakinya kita merapal doa
Pada langit yang sama

dan resapi bayu sejuk dari lereng Sumbing
Di antara alas dan damar, kita bersyukur
pada alam yang sama

Sesungguhnya kita menuju pada alam yang sama
Kematian
Bukankah tak pernah bisa kita pahami?
Kecuali bila kita duduk diam, menekur diri
Pada Tuhan sendiri..

tak maukah kau meniti jalan kematian
Dengan memandang kami sebagai manusia
Sekali ini saja
Sekali ini sahaja.

Camar
8 Februari 2011
untuk kerusuhan Temanggung