Monday, June 27, 2011

Maafkanlah

Kau memintaku merangkul ingatan,
Meski ia terasa di sekujur badan
Tapi luka hati terpukul kala
Karena kita tak lagi serupa

Maafkanlah..
Enyahkanlah aku dengan cinta
yang wujudnya takkan nyata
Meski kuakui, tergugu
Terhenyak aku dihimpit hasrat

Angin dari lereng Singgalang
masih punya cerita lama
Di naungan pepohonan rimbun
lalu tergerus deras sungai Sianok
jejak yang kita tinggalkan

Masih, semua masih tersimpan sayang
Di sudut terbaik.
Tapi mungkin tak bisa diuras
Karena kita melangkah
Di jalan yang berbeda.

Maafkanlah

Thursday, June 09, 2011

Jejak-Jejak

Sebuah ruang di hati
Seperti sebuah pantai dengan pasir bernas
Di rupanya ada jejak-jejak
Lama terbiar..

Sebelum terkuak ia dari belukar maya
Atau ketika tiba-tiba engkau nyata
Di antara baris-baris kata
Bahkan nada-nada suara

Ruang itu seperti semarak
Jejak-jejak itu bergolak
Kunafi, tapi tiada sanggup
Kupilih bertahan saja

Wahai,
Bagaimana harus kuperlakukan
Jejak-jejak itu?
Tak mungkin kuhapus
Karena ia tertanam dalam
Tak mungkin kuhempas
Karena akan terluka

Berikan saja aku kesepian yang lamat
Semburat hari yang membuat
Aku menyadari
Bahwa perjalanan tak boleh berhenti
Tapi izinkan aku
Menikmati jejak-jejak
Setakat
Sejenak
Seperti semestinya tak sempat

Sungguh, wahai
Aku tak mau menafi belukar nyata
Yang menjadi tiang
Kita hari-hari ini

Camar - kantorku, 9 Juni 2011

Wednesday, June 08, 2011

Kau

Tiba-tiba kau terbit
Dari balik belukar maya
Ketika aku sudah berhenti
Mencari

Terlambatlah ia bila kau
Mencari bentuk warsa lalu
Karena aku tak lagi sama

Tapi, aku yakin
Kau juga sudah berbeda.

Maka, tersedialah jalan
Tempat kita melangkah
Menelusuri bumi maya
Barangkali suatu kala
Kita bisa berjumpa

Camar -