Thursday, June 09, 2011

Jejak-Jejak

Sebuah ruang di hati
Seperti sebuah pantai dengan pasir bernas
Di rupanya ada jejak-jejak
Lama terbiar..

Sebelum terkuak ia dari belukar maya
Atau ketika tiba-tiba engkau nyata
Di antara baris-baris kata
Bahkan nada-nada suara

Ruang itu seperti semarak
Jejak-jejak itu bergolak
Kunafi, tapi tiada sanggup
Kupilih bertahan saja

Wahai,
Bagaimana harus kuperlakukan
Jejak-jejak itu?
Tak mungkin kuhapus
Karena ia tertanam dalam
Tak mungkin kuhempas
Karena akan terluka

Berikan saja aku kesepian yang lamat
Semburat hari yang membuat
Aku menyadari
Bahwa perjalanan tak boleh berhenti
Tapi izinkan aku
Menikmati jejak-jejak
Setakat
Sejenak
Seperti semestinya tak sempat

Sungguh, wahai
Aku tak mau menafi belukar nyata
Yang menjadi tiang
Kita hari-hari ini

Camar - kantorku, 9 Juni 2011

No comments: