Sebuah ruang di hati
Seperti sebuah pantai dengan pasir bernas
Di rupanya ada jejak-jejak
Lama terbiar..
Sebelum terkuak ia dari belukar maya
Atau ketika tiba-tiba engkau nyata
Di antara baris-baris kata
Bahkan nada-nada suara
Ruang itu seperti semarak
Jejak-jejak itu bergolak
Kunafi, tapi tiada sanggup
Kupilih bertahan saja
Wahai,
Bagaimana harus kuperlakukan
Jejak-jejak itu?
Tak mungkin kuhapus
Karena ia tertanam dalam
Tak mungkin kuhempas
Karena akan terluka
Berikan saja aku kesepian yang lamat
Semburat hari yang membuat
Aku menyadari
Bahwa perjalanan tak boleh berhenti
Tapi izinkan aku
Menikmati jejak-jejak
Setakat
Sejenak
Seperti semestinya tak sempat
Sungguh, wahai
Aku tak mau menafi belukar nyata
Yang menjadi tiang
Kita hari-hari ini
Camar - kantorku, 9 Juni 2011
0 komentar:
Post a Comment