Monday, June 11, 2012

Sajak Bulan Juni

Mana masa tempatku menitipkan sajak bulan Juni?
Sedang kau hisap semua, seperti akar-akar pohon yang kehausan
Yang tersisa cuma kenangan samar, sebentar tersaput fajar pagi

Aku ingin menari, sejak hujan turun
sampai ketika mereka tak sanggup menelan
Dibiarkannya bumi kita kehilangan muka
Seperti cinta yang meluap

Ah, kala
Izinkanku menatapnya berlalu
Sebentar sahaja
Lalu akan kubiarkan kau memilikiku
Sejak dari rahimnya

di sini kutitipkan sajak bulan juni
sajak penuntas kesendirian
Beria-ria bersama hujan
yang sebijak cakrawala
datang dan pergi
Meninggalkan pagi

Ah, kala
Izinkan ku berdiam
Setakat sahaja
Lalu kubiarkan kau ambil kisahku
Sejak dari bermula

7312, kantorku
11 Juni 2012

Thursday, June 07, 2012

Hujan

Hujan ini mengingatkanku pada tangismu
Susah benar mengingat kapan persisnya dia selalu berhenti
Kadang gerimis, kadang terasa seperti badai

amarah, kerap membuatku menyesal.

Tapi, aku selalu tahu
Aku selalu merindukan tangismu
Juga tawamu, juga celotehmu di bibirmu yang tipis
Karena aku tahu, segalanya tentangmu, adalah cintaku

Menangis saja bila kau merasa kesedihanmu akan jadi seperti hujan bulan Juni
Mudah-mudahan tak jadi badai di hatiku
Meski tak perlu kau kuatir, gerimis atau badai,
Cinta yang kupunya untukmu, tetap.

Beristirahatlah dulu, melatiku. Malam ini.
Sebentar lagi aku pulang, memelukmu dalam diam.

7312, kantorku