Friday, July 06, 2012

Terkungkung Bah

Dalam sebuah foto,
kulihat kau terkapar dalam kungkungan bah
Rumah dari masa kecilku, terbelah
Tempatku menata perjalanan kanak-kanak,
membangun mimpi
Kini kau remuk, meremah di permukaan amuk sungai tua itu.
Ah, kurasakan teriris hati.
Jadi, beginilah caranya masa lalu dikenang?
Mungkin, nanti sekadar cerita sahaja
Sedang kau, rumah dari masa kecilku,
melarung ke tempatmu mati.

7312

FOTO: metrosiantar.com

Thursday, July 05, 2012

Sembilan Warsa

Sembilan warsa sudah
Kita meniti perjalanan
Tak mudah
Tapi tak juga susah
karena cinta membuatnya
Sederhana

Aku tahu
Berbilang waktu
kadang ada lembah menurun
Ketika kau menghujam hatiku
Atau tepian curam
saat hati terluka dalam tanya tak berjawab

Tapi aku mengerti,
Seperti tarian hujan malam ini
Kerinduan bumi senantiasa hangat
sehingga setiap tetesnya tak pernah sia-sia

Karena aku selalu mau mencintaimu,
sepermula jejak di tebing Lawu waktu itu
Memetikkanmu kembang abadi
sambil menitip doa pada pucuk-pucuk bambu

Sehingga janji serta tangis kita dulu
Selalu membuatku selalu merasa
Kaulah yang terpilih untukku
sebagaimana aku juga untukmu

Untuk kekasih dan istriku.. happy birthday and our anniversary

Wednesday, July 04, 2012

Sengat

Kerinduanku menyengat,
seperti lidah api yang menghanguskan bara.
Sejenak dalam impian, butiran-butiran kenangan tercurah
dari gerimis menjadi hujan.

Ku tak tahan dan berteriak
dengan suara tanpa nada. Dalam diam berkubang sesal.
Tapi siapa kuasa melawan waktu?

Maafkanlah
Kurasakan kerinduan sangat
Ketika kau mengajakku bercerita
Tentang kita, tentang masa lalu, tentang badai yang baru saja berlalu.

Dari alam khayal
Aku berharap, seandainya..
Tapi tidak akan kuteriakkan
dengan nada
Melainkan dengan nanar mata
menatapmu dari jauh
Menyaksikan hidupmu
dari pertalian yang samar
berjalanlah terus,
Jangan pernah berbalik, karena sesal pasti akan melukaiku.

Sementara cinta kurasakan
sudah hangus
Pada bara yang terjilat api

7312
Sesuatu di Siantar