Wednesday, July 04, 2012

Sengat

Kerinduanku menyengat,
seperti lidah api yang menghanguskan bara.
Sejenak dalam impian, butiran-butiran kenangan tercurah
dari gerimis menjadi hujan.

Ku tak tahan dan berteriak
dengan suara tanpa nada. Dalam diam berkubang sesal.
Tapi siapa kuasa melawan waktu?

Maafkanlah
Kurasakan kerinduan sangat
Ketika kau mengajakku bercerita
Tentang kita, tentang masa lalu, tentang badai yang baru saja berlalu.

Dari alam khayal
Aku berharap, seandainya..
Tapi tidak akan kuteriakkan
dengan nada
Melainkan dengan nanar mata
menatapmu dari jauh
Menyaksikan hidupmu
dari pertalian yang samar
berjalanlah terus,
Jangan pernah berbalik, karena sesal pasti akan melukaiku.

Sementara cinta kurasakan
sudah hangus
Pada bara yang terjilat api

7312
Sesuatu di Siantar

No comments: